[Bobby] Party people [B.I] We about to go stupid now Let’s get dumb [Bobby] Then get dumber [B.I] Let’s get dumb Ol...



[Bobby] Party people
[B.I] We about to go stupid now

Let’s get dumb
[Bobby] Then get dumber

[B.I] Let’s get dumb
Olle olle

Let’s get dumb
[B.I/Bobby] Olle olle
Let’s get dumb
Olle olle
[B.I/Bobby] We goin yeah

[B.I] Nan pumwi eobseo nan sumgimeobseo
Geuraeseo suwineun nopa

Sum swil teumi eobseo
Jayeonseureon seullaepseutik
Oneul pati neukkimeun keullaesik yeah
Jim kaeriboda deo getting dumb
Mamkkeot ppomnae neoui gaekgi

[Bobby] Nun doragaji
When I enter the room

Sirheul mando haji
Neoui spotlight eun nae kkeo
Chumeul chwo chumeul chwo jip nagan jeongsin
Tteugeoun oneul bam deureowa yeogi
Uh neukkyeojineun yeolgi
Woldeukeopcheoreom ireukyeo gyeonggi

[Jinhwan] Oh baby geogi nugu eomnayo
Nae maeumi oerowoyo

Geureoke chyeodaboji marayo
Geu nunbichi chagawoyo

[Yunhyung] Jeo dari chaoreul ttaemyeon

Sorichyeo rarararara

[Junhoe] Nan geujeo chwihago sipeo
Sorichyeo rarararara

[B.I] Go dumb and dumber

Dumb dumb dumb dumb dumb
Dumb dumb dumb & dumber

Dumb dumb dumb dumb dumb
[Bobby] Let’s get dumb
[B.I] Da babocheoreom

Dumb dumb dumb dumb dumb
Dumb dumb dumb & dumber

Dumb dumb dumb dumb dumb
[Bobby] Let’s get dumb
[B.I] Eolganicheoreom

[All] Ladi dadi jaeminneun nori
Joheun ge joheun geoji mwo

[B.I] We goin dumb & dumber

[All] Ladi dadi jaeminneun nori
Joheun ge joheun geoji mwo

[Bobby] Neukkimi wasseo
[B.I] Uh bollyumeul nopyeo

[Bobby] Kungkwangdaeneun beiseuga
Neukkyeojyeo meori eokkae balkkeutkkaji
[B.I] So turned up (turned up)
[Bobby] Get pumped up
(get pumped up)
[B.I] Biteulbiteul dwittungdwittung
Georineun moseubi machi penggwin

[Chanwoo] Oh baby geogi nugu eomnayo
Nae maeumi oerowoyo

[Donghyuk] Geureoke chyeodaboji marayo
Geu nunbichi chagawoyo

[Yunhyung] Jeo dari chaoreul ttaemyeon

Sorichyeo rarararara

[Junhoe] Nan geujeo chwihago sipeo
Sorichyeo rarararara

[B.I] Go dumb and dumber

Dumb dumb dumb dumb dumb
Dumb dumb dumb & dumber

Dumb dumb dumb dumb dumb
[Bobby] Let’s get dumb
[B.I] Da babocheoreom

Dumb dumb dumb dumb dumb
Dumb dumb dumb & dumber

Dumb dumb dumb dumb dumb
[Bobby] Let’s get dumb
[B.I] Eolganicheoreom

[All] Ladi dadi jaeminneun nori
Joheun ge joheun geoji mwo

[B.I] We goin dumb & dumber

[All] Ladi dadi jaeminneun nori
Joheun ge joheun geoji mwo
[B.I] Break it down

[Bobby] Haneuri binggeulbinggeul
Meoriga jikkeunjikkeun

Georeumeun dwittungdwittung
We goin dumb

[B.I] Move haneuri binggeulbinggeul
Move meoriga jikkeunjikkeun

Move georeumeun dwittungdwittung
Watch me go dumb

[All] Nanananana
Nanananana

Nanananananana
[Bobby] Watch me go dumb

[All] Nanananana
Nanananana

Nanananananana
[B.I] We goin dumb & dumber

[All] Nanananana
Nanananana

Nanananananana
[Bobby] Watch me go dumb

[All] Nanananana
Nanananana

Nanananananana
[B.I] We goin dumb & dumber


Source By: http://colorcodedlyrics.com/

Ludfi present Jung Hoseok, Kim Namjoon BTS's members Unpredictable genre. PG-17 "You have to remember...



Ludfi present


Jung Hoseok, Kim Namjoon
BTS's members

Unpredictable genre.
PG-17



"You have to remember.
The world not always in your hand."


Sekilas dipandang, Hoseok sama dengan bocah SMA lainnya. Tidak ada yang istimewa. Ketampanannya rata-rata. Otak dan isinya pun begitu. Lingkup pertemanannya pun hanya seputar sekolah dan bimbingan belajar. Bukan tipe anak yang meonjol di pelajaran maupun pertemanan. Juga bukan yang paling tidak dianggap. Jung Hoseok, siswa Anha High School yang biasa-biasa saja. Hidup dengan keseharian yang normal. Tanpa rintangan yang berarti.
            
Hidupnya sangat nyaman. Keluarganya bukanlah keluarga yang berlebihan materi, namun ia tidak pernah hidup menderita. Ia tumbuh dengan baik. Dengan fasilitas lengkap yang menunjang kehidupan remajanya. Computer pribadi, wifi, ponsel canggih, gitar listrik, dan fasilitas lainnya. Semua pastilah iri dengan kehidupannya yang serba tercukupi, dengan cobaan yang tak berarti pula. Hidupnya sangat normal. Terlalu normal hingga  ia sendiri bosan. Hoseok merasa jika ini telalu mudah baginya. Apa yang ia inginkan akan dengan mudah ia dapat. Ia mendapat pekerjaan sampingan yang mudah dengan honor lumayan tinggi. Ia mendapat keringanan biaya sekolah sebagai apresiasi atas absennya yang tidak pernah bolong sejak ia masuk ke sekolah itu. Ia juga mendapatkan pacar yang cantik, kaya dan populer dengan mudah.
            
Sudah dikatakan jika Hoseok merasa bosan dengan hidupnya. Nyaman namun membosankan karena hidupnya yang monoton dan mudah untuk diprediksi. Bukan maksud tidak bersyukur. Hoseok sangat bersyukur. Setiap malam ketika doa bersama keluarganya, ia selalu mengucap syukur atas keberuntungan yang diberikan tuhan padanya. Namun tetap saja Hoseok merasa jengah dengan hidupnya. Terkadang ia berpikir bahwa tuhan terlalu tak adil dengan bocah lain yang seumurannya. Ia bisa hidup tenang sedangkan di luar sana ada begitu banyak orang yang berjuang untuk hidup mereka. Berjuang agar hidup mereka bisa lebih baik dari yang sedang mereka lalui saat ini.

            
Jung Hoseok. Bocah bersurai segelap malam itu memandang langit dari balkon rumahnya. Hari sedang cerah, dan beruntungnya ia hari ini adalah Minggu. Sora pacarnya sedang tidak bisa dihubungi, namun ia tidak khawatir. Karena Sora sedang berlibur, Hoseok pikir gadis itu memang perlu istirahat setelah festival sekolah minggu lalu yang melelahkan. Sora adalah gadis yang polos dan ramah. Hoseok ingat saat ia melakukan pernyataan di kantin 6 bulan lalu. Dengan mudahnya gadis itu tersipu dan memerah. Padahal saat itu kantin sedang sepi dan hanya mereka berdua. Sora adalah anggota OSIS di sekolahnya, tak heran jika lingkup pertemanannya lebih luas di banding dengan Hoseok yang merupakan siswa biasa saja.
            
Hoseok juga telah membawa Sora saat makam malam keluarganya. Kedua orang tuanya setuju. Ibunya langsung menyukai Sora, kata beliau Sora adalah gadis yang ramah. Hoseok kembali berhutang pada keberuntungannya. Entah ini keberuntungan yang keberapa, namun Hoseok mensyukuri hal tersebut.
            
Bocah bersurai hitam itu masih saja memandang langit. Cerah. Namun, tak lama kemudian datang awan gelap disertai angin kencang. Cepat-cepat bocah bermarga Jung itu menutup pintu balkon kamarnya dan menutup gorden. Hoseok takut petir jika kau ingin tahu. Rumahnya sedang kosong. Ayahnya merupakan seorang agen militer sehingga jarang berada di rumah. Sementara ibunya adalah pekerja kantor, yang di akhir minggu selalu ada arisan karyawan. Adik dan kakak perempuannya sedang keluar untuk jalan-jalan. Jadilah ia seorang diri di rumah. Membunuh bosan dengan bermain PS atau yang lainnya.
            
Ia mendengar suara gaduh saat hendak mengambil minum di ruang makan. Suaranya dari kamar atas. Kamar orang tua Hoseok. Diam-diam ia menuju ke sana. Takut jika itu tamu tak diundang. Dengan langkah menjinjit ia menaiki tangga. Jantungnya memacu kencang seiring dengan langkahnya yang semakin mendekati kamar tersebut, suara gaduh tersebut juga semakin kencang. Namun setelah Hoseok mendengar dengan seksama, suara itu mirip suara bisikan atau erangan. Entahlah, ada sesuatu yang tak beres dengan kamar orang tuanya. Ia telah tepat berada di depan pintu kamar. Jemarinya hampir meraih gagang pintu yang berwarna putih, hampir menyerupai kulitnya yang juga seputih porselen. Untuk sedetik Hoseok ragu, namun ia tetap memutar gagang pintu dan mendorongnya perlahan. Dan, terbukalah daun pintu kamar tersebut.
            
Namun apa yang dilihatnya hampir membuat bola matanya keluar. ia terkejut tentu saja. Bukan hantu bukan juga pencuri yang menggeledah rumahnya. Sesaat Hoseok langsung merasakan dadanya yang sakit dan sesak. Retinanya masih memantulkan apa yang di hadapannya. Sekujur tubuhnya bergetar. Jemarinya masih menggenggam engsel pintu, bahkan lebih erat dari sebelumnya. Menampakkan buku-buku jarinya yang semakin memutih. Perlahan pandangannya mengabur dan liquid asin menuruni pipinya membuat aliran sungai baru. Hoseok menangis. Ia tak pernah menangis sebelumnya, dan kini ia bisa merasakan sesaknya emosi yang ingin ia keluarkan. Kali ini ia tidak beruntung. Mulai detik ini mungkin Hoseok bukan lagi bocah SMA normal yang beruntung. Perlahan Hoseok menutup pintu kamar orang tuanya. Ia tidak kuasa melihat dua insan yang sedang bergumul di atas ranjang orang tuanya. Dua orang yang amat di sayangi Hoseok menghianatinya. Mengebor luka yang amat lebar dan dalam di hati Hoseok. Sora dan Ibu….
            
Hoseok menuruni tangga dengan tubuh yang masih bergetar. Cairan asin itu masih saja menjebol kelopak matanya, menyapu pipi dan berujung di dagu bocah yang sering tertawa itu. Hoseok membanting tubuhnya di kasur kamar. Membenamkan wajahnya di bantal. Menangis sekencang-kencangnya. Tak perduli jika dua insan dengan gender yang sama yang sedang bergumul di kasur milik ayah-ibunya tersebut mendengarnya. Hoseok tak perduli. Biar mereka mendengar pun, Hoseok tak perduli. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa ibu dan pacarnya memiliki hubungan seperti itu di belakangnya. Hoseok tidak tahu pasti kapan mereka memulai hubungan ini. Pantas saja ibunya begitu menyayangi Sora.

            
Tak ingin berada dalam atap yang sama dengan kedua orang itu, Hoseok segera mengambil jaket dan helm nya. Menuntun motornya hingga beberapa meter dari rumah, kemudian menyalakannya dan pergi sejauh mungkin. Ia tak punya tempat tujuan. Ia tak memiliki teman dekat yang bisa ia jadikan tempat curhatan. Hoseok hanya ingin pergi jauh dari dua orang itu. Sejauh mungkin.
Entah sudah kilometer ke berapa, Hoseok masih saja mengarahkan motornya ke utara. Menuju tempat dinas ayahnya. Ia ingin bertemu ayahnya. Ia tiba-tiba saja merindukan sosok beliau yang selalu tersenyum dan yang selalu diandalkannya. Hoseok masih menyimpan catatan alamat yang diberikan ayahnya. Hembusan angin menampar kulit jemarinya yang tak tertutupi, namun ia tak menurunkan kecepatan. Hoseok benar-benar dalam mood yang buruk.
         
Mungkin tuhan mendengar kebosanannya. Mungkin tuhan menarik keberuntungan yang selalu menyertainya. Katakan jika tuhan sedang marah karena sikapnya yang kurang syukur. Hoseok pikir ia sudah mencatat alamat yang diberikan ayahnya dengan benar. Namun saat ini ia berdiri di depan perkampungan kumuh, bukan gedung tempat dinas militer ayahnya. Ia sudah menanyai orang-orang yang berpapasan dengannya. Jawaban yang mereka berikan sama. Disini tidak pernah dibangun gedung dinas kemiliteran, dan tidak ada orang yang bernama Jung So Il. Hoseok hampir berteriak frustasi. Ia lelah, sementara hari telah gelap. Hoseok merosot di samping motornya dan menunduk. Bahunya bergetar. Hoseok menangis.




To Be Continued.



A/N:
Annyeong ^^ saya buat ff ini sudah dari minggu lalu dan baru berkesempetan post sekarang hehe.... waktu itu saya kepikiran sama omongan salah satu temen saya yang bilang kalo hidupnya itu mudah. Saya tidak berkomentar apa-apa saat itu, tapi langsung kepikiran buat ff dengan kata kunci yang sama.
Kenapa saya mikir castnya jihope, sebenernya saya maunya castnya sehun. Tapi sehun terlalu tampan untuk dinistakan wkwkwk. Dan menurut saya, karakter wajah jihope cocok kalo jadi siswi biasa yang normal.

Beberapa hari lagi pendaftaran SNMPTN bakal dibuka, saya berharap saya dapat masuk di univ dan jurusan yang saya dambakan. Doakan saya yaaa ^^

Tolong jangan menjadi Silent rider, saya hanya butuh beberapa kata yang membangun dari para pembaca yang membaca tulisan saya.
Do not copas, Please ^^ and, sorry for cover. I'm not profesional on it, but I learned to be better and better again :))

Happy reading ^^

Karena saya sudah janji sebelumnya akan menulis lanjutan untuk INTERACTION TYPE B WITH ALL TYPES OF BLOOD PART I. Jadilah saya posting in...

Karena saya sudah janji sebelumnya akan menulis lanjutan untuk INTERACTION TYPE B WITH ALL TYPES OF BLOOD PART I. Jadilah saya posting ini, agar kalian tidak menunggu lama. Langsung aja yukk...

3. Si B dengan O
RAME. Itulah yang akan terjadi jika saya asik ngobrol dengan teman saya Si O. Si O ini punya segudang hal untuk jadi bahan obrolan. Apapun bisa dia omongin. Teman saya si O ini orangnya LEMOT. Dalam hal apapun kecuali kalo naek motor. LEMOT yang saya maksud bukan yang ngerjainnya lama. Iya, dia memang apa-apa lama, tapi itu karena dia ngga langsung ke tujuan. Belok kesana sini dulu. Ngerjain ini itu yang ga ada hubungannya sama tujuan awal dia. Kaya misal pas istirahat, dia mau beli nasi ati, eh dia malah ngantri di penjual es bareng saya. Ngobrol dulu. Saya tanya kenapa ga antri nasi. Dia bilang “eh iya, kan mau beli nasi ya, nitip es ya aku”, dia akhirnya ikut antri di stan penjual nasi, tapi abis itu balik lagi ke saya tanpa bawa nasi. Saya tanya apa lagi. Eh ternyata dia cuman mau bilang kalo artis yang saya suka jadi temen RP dia. Nyebut dah nyebuttt…

Karena sikap dia yang masih kaya bocah, temen-temen cowo pada bully dia. Dan yang saya heran bukannya diem dibully ini anak malah ngelawan. Cara ngelawannya yang lucu bikin dia tambah jadi bahan bullyan. Dan kalo udah gitu, dia bakal lari ke saya trus ngomel-ngomel.

Si O ini orangnya suka nunda-nunda pekerjaan. Dia kalo ngerjain tugas pasti larut malem, kadang dibelain sampe begadang. Besoknya gitu pasti dia telat trus kena hukuman. Dan saya sudah hapal betul alasan dia telat. Ngaretnya dia itu uda parah. Saya kalo kemana-mana bareng dia jadi males kadang-kadang. Bukannya apa, saya takut dia telat trus ditinggal temen-temen. Mana saya orangnya ngga tahu jalan lagi. Trus, si O ini khawatiran orangnya. Khawatir orang-orang pada ga suka dia. Saya ngga tahu ini sifat bawaan O atau memang temen saya aja yang begitu. Kalo ada temen saya sedih atau kenapa, dia pasti heboh tanya, ini salah dia bukan. Lah dikira anak SD -_-

Kalo dibilang ngerepotin, si O ini ngerepotin banget. Kaya bawa ade kalo keluar sama dia. Saya ditarik sana-sini liat ini-itu. Perhatian dia cepet teralih. Tapi hidup saya ngga bakalan rame kalo ngga ada si O ini. Dia bisa ngimbangin saya yang memang suka ngobrol. Dia juga ga marah kalo saya cerewet. Dia bisa ngimbangin saya yang tempramen. Dan secara ga langsung, Allah mendidik saya untuk dapat bersikap lebih dewasa dengan kehadiran si O. I Love You O^^
Kpop idol yang goldar B dan O yang bersahabat dekat adalah Siwon-Eunhyuk Super Junior, Kihyun-Jooheon Monsta X, Yoseob-Gikwang BEAST, Sunny-Tiffany GG, Jongup-Himchan BAP, Sungyeol-L INFINITE, dst.

4.      4. Si B dengan B
Nah. Yang terakhir nih. Saya ngga akan ngomongin tentang diri sendiri kok. Haha. Saya juga punya teman yang bergolongan darah B. Dan semuanya dekat dengan saya. Sering curhat ke saya juga. Saya jadi tahu sifat golongan darah B jika berada dalam karakter sanguinis, melankolis, pleghmatis maupun koleris. Disini saya hanya akan bercerita tentang teman saya yang melankolis dan pleghamatis saja. Bisa panjang kalo cara cerita semuanya. Haha.

Yang pertama. Si B dengan karakter Melankolis. Si B yang ini pendiem orangnya. Tapi kalo udah cocok bakal bisa ngobrol sampe berjam-jam. Kami sering ngobrol dari hal penting sampe hal yang paling ga penting pun kami omongin haha. Si B sabar orangnya, dia diapa-apain orang mau aja. Saya jadi keingat Youngjae Got7 yang gini juga orangnya. Jackson pernah bilang kalo Youngjae itu terlalu baik jadi orang. FYI, Youngjae juga bergolongan darah B, hehe. Nah seperti teman saya yang satu ini. Tapi selembut-lembutnya dia, tetep aja, sifat dasar B yang blak-blak an ada di dia. Meskipun dia orangnya dibawa iya aja kalo orang ngomong, dia tetep ga akan segan-segan bilang kalo orang itu salah. Itu bagus menurut saya. Nilai plus untuk dia ^^

Si B yang ini kan kalem orangnya. Kaya putri Solo. Saya sampe kesel sendiri kalo udah pergi bareng dia. Jalannya lama. Dan apesnya, saya sering tuh maen sama Si B yang ini dan Si O yang tadi. Kebayang ga yang satu jalannya lamaaaaaa, yang satu ribut sama gadget atau hal-hal lain, dan lagi saya orangnya ga sabaran. Alhasil kadang saya jalan kaya banteng nyeruduk. Dorong punggung mereka berdua dari belakang sambil ngomel. Kalian boleh bilang saya kaya emaknya. Tapi emang begitu kenyataannya. Haduuu.

Yang kedua, Si B dengan karakter Pleghmatis. Si B yang ini perfeksionis orangnya. Ngga kaya kebanyakan tipe B, si B yang ini ambisius. Dari mukanya kaya orang yang ramah, tapi sebenernya dia orangnya keras. Baik ke diri dia sendiri ataupun ke orang lain. Menurut saya dia pantes jadi pemimpin, tapi kelemahannya, dia kalo udah ada satu yang ngga sesuai dengan rencana awalnya dia, duhhh….bisa uring-uringan dah dianya. Tapi itu bentar doang kok, selanjutnya dia bakal balik santai lagi sikapnya kek tipe B biasanya.

Si B tipe ini juga gampang pesimis kalo lagi sendirian. Asal ada dorongan, meskipun itu cuman satu doang tapi itu bisa bikin dia bangkit lagi. Pernah nih dia malem-malem banget chat saya. Bilang kalo dia lagi stress. Saya kan khawatir dia kenapa-napa saya telpon tapi ga diangkat. Tahunya dia lagi nangis. Dia bakal begitu kalau di belakangnya ngga ada yang nyemangatin dia.

NB: Ketika B berkumpul dengan orang-orang B juga, mereka akan dengan mudah akrab. Karena pada dasarnya B memang mudah akrab dengan orang lain. Semangat ya B ^^
Kpop idol yang goldar B dan B yang bersahabat dekat adalah Youngjae-BamBam Got7, Jessica ex-GG-Yoona GG, Kihyun-Wonho Monsta X, Minho-Taemin SHINee, T.O.P-Daesung Big Bang, Hyunseong-Jungmin Boyfriend, Xiumin-Chen EXO, dst



Tujuan saya menulis artikel ini adalah, saya ingin menunjukkan jika semua manusia dapat berteman. Entah dia tipe ABO. Sudah saya katakan di atas jika semua itu kembali kepada pribadi masing-masing. Bagaimana orang itu menyikapi sifat orang lain. Saya berusaha menjadi orang yang selalu berpikiran positif. Begitupun kalian semua. Cobalah untuk menerima kekurangan orang lain. Dengan begitu kita bisa menjadi orang yang dapat bergaul dengan siapapun dan bisa mengambil hikmah dari kejadian apapun. Jangan menunggu orang lain untuk berbuat baik kepada kita. Allah memuliakan orang yang memberi dari pada menerima. Semoga kita menjadi orang-orang yang berjalan di jalan-Nya. Amien ^^

Assalamualaikum^^ Annyeong^^ Kali ini saya akan membahas tentang golongan darah. Menurut teman-teman saya, saya ini orangn...




Assalamualaikum^^
Annyeong^^

Kali ini saya akan membahas tentang golongan darah. Menurut teman-teman saya, saya ini orangnya addict banget kalo sama golongan darah. Yah, memang saya akui saya begitu orangnya haha. Bukan hanya golongan darah saya saja, golongan darah lain pun saya suka tuh nyari-nyari tahu haha.
Kebetulan juga dalam lingkup pertemanan saya semua macam golongan darah campur jadi satu. Saya sendiri bergolongan darah B. Saya bangga dengan golongan darah saya, karena saya rasa pas di saya berikut sifat dan tingkah lakunya. Allah memang Maha Sepurna, menciptakan makhluknya dengan cocok dan pas sesuai ukuran. Tidak kurang ataupun lebih.
Nah. Disini saya akan membahas INTERAKSI B DENGAN SEMUA GOLONGAN DARAH. Ini berdasarkan pengalaman saya dengan teman-teman saya. Jika ada yang merasa tidak setuju atau tersinggung. Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Sekali lagi ini berdasarkan pengalaman pribadi.

1.     1.  Si B dengan AB
Banyak orang yang bilang jika orang dengan golongan darah AB adalah orang yang aneh. Hmmm, memang itulah yang saya rasakan setelah duduk sebangku dengan si AB hampir 3 tahun ini. Yap. Kami sudah sebangku sejak kelas X dan terus seperti ini hingga sekarang (kelas XII). Saya sudah hafal betul bagaimana sifat dan perawakan dia tentunya. Si AB teman saya ini pelupa sangat, duh, kebayang ga sih B yang suka lupaan duduk sebangku sama Si AB yang pelupa juga. Kalau disuruh kumpul foto copy berkas untuk kepentingan UN, pasti kami yang paling telat diantara siswi yang lain. Dan yang paling saya jengkel dari sifat dia itu. DIA PURA-PURA GA PEKA. Dia sebenernya tahu kalau pas saya lagi marah, tapi dia lebih milih diem. Pas saya tanya, dia bilang kalo dia ngehargain privasi saya jadi nunggu saya cerita sendiri. Halamak, jadi tiap kali saya marah sama dia, langsung dah tuh saya muncratin semua ke dia. Kalo saya ga bilang dia ga bakal tahu dan ngerasa. Sulitnya punya teman AB. Tapi enaknya, dia ga bakal marah kalo saya marahin, hehe. Eh tapi, emang si AB jarang banget nunjukin marah atau sedihnya. Cirinya kalo dia lagi sedih tuh, MAKIN GILA. Iya, dia bakal makin gila tapi trus udah gitu beringsut ngilang perlahan trus mainin HP. Kalo udah gitu saya harus nemenin dia tuh. Karena itu tandanya, ada sesuatu yang ganggu pikiran dia dan dia bakalan cerita panjang lebar dengan menggebu-gebu khas dia haha.

Mungkin juga karena dia campuran antara Si A yang perfeksionis dan Si B yang laid back. Si AB ini kalo sisi perfeknya lagi muncul bisa ngeselin banget orangnya. Pernah nih pas ulangan. Udah detik-detik terakhir. Si AB disebelah bilang gini “Aduh, banyak yang di tip-x nih” eh trus dia sobek kertas baru dan nulis lagi. ITU UDAH LIMA MENIT TERAKHIR. ALAMAAAAKKKK. Dia juga cuman ketawa aja pas saya omelin. Aduh, ga habis pikir…

Pokoknya ada aja tingkah dia yang bikin saya heran. Tapi lebih dari itu, dia baik banget orangnya sumpah. Meskipun ga bisa ngasih masukan pas saya curhat tapi yang penting dia mau dengerin lah. Dan lagi, pola pikirnya yang realistis ngebawa saya buat bisa lebih mandang kenyataan yang saya hadapin. Terimakasih AB ^^

NB: Menurut saya golongan darah B dan AB bisa menjadi sahabat. Apalagi kalau mereka memiliki misi dan tujuan yang sama. Sifat B yang bersemangat bisa diimbangi dengan AB yang tidak memiliki sifat merasa tersaingi. Kpop idol yang goldar B dan AB yang bersahabat dekat adalah Yoseob-Juhyung BEAST, Junghan-S.Coups SEVENTEEN, Yoona-Yuri GG, Hangeng-Heechul Super Junior, dst.

2.      2. Si B dengan A
Bagai langit dan bumi. Sifat kami memang saling bertolak belakang. Saya punya temen bareng kalo ke sekolah. Istilahnya saya nebeng haha :D. Kami akrab setelah acak kelas di kelas XI. Dia duduk di depan saya. Dia bukan tipe orang yang akan mengakrabkan diri terlebih dahulu. Harus dipancing dulu. Meski begitu dia orangnya welcome dalam pertemanan. Asik dan punya selera humor tinggi, itulah dia. Banyak peneliti yang bilang jika golongan darah A adalah orang yang pandai memendam perasaan. Saya rasa itu memang benar. Si A temen saya ini ngga ada bedanya antara kesinggung sama nggak. Pinter banget fake smile. Ketika dia keberatan buat nolong orang lain, dia ngerasa ngga enak buat nolak dan akhirnya mau-mau aja. Dan lagi, kalo dia ada masalah dia ga gampang buat cerita ke orang lain. Dia pernah cerita ke saya dan cuman ke saya doang, disitu dia nangis dan ngerasa ga bisa lagi buat mendam masalah dia. Tentu saja saya kaget karena ngerasa dia selama ini baik-baik aja. Dan untuk tugas, saya rasa ngga semua dari orang-orang A itu rajin. Teman saya ini buktinya. Dalam pelajaran dia sama aja kaya saya haha. Tapi dia kalo udah dapet contekan pasti giat ngerjainnya. Beda sama saya yang kebanyakan entarnya hahahaha.

Si A ini juga jeli orangnya. Dia teliti banget. Apa yang ngga dilihat orang seolah bisa keliatan gede di mata dia. Trus juga, Si A selalu ngerencanain apapun dengan mateng. Saya sendiri heran, kapan dia mikirnya kok ya cepet banget. Pernah kita satu kelompok mading. Kita lagi di toko alat tulis. Saya langsung ambil aja apa yang dibutuhin tanpa pikir panjang. Pikir saya, toh ntar butuh juga. Eh dia ternyata udah ngerencanain buat beli apa aja. Dia seolah udah ngerti mana yang bakal dibutuhin dan engga buat tugas itu. Akhirnya kita hanya membeli apa yang menurut dia butuh saja haha.

Dia juga sabar orangnya haha. Pernah Si A ini jemput saya, mau ke sekolah tapi saya belum siap. Alhasil, dia harus nungguin saya. Dan itu ngga sekali, tapi berkali-kali. Saya memang susah sekali untuk on time haha. Dia ngomel-ngomel sih dan saya cuman bisa minta maaf doang haha. Maaf ya A ^^

Intinya kalo orang bergolongan B dan A dalam berteman, mereka bisa aja jadi teman. Asalkan saling pengertian satu sama lain. Semua manusia itu ngga ada yang ngga bisa jadi teman. Tergantung manusia itu sendiri dalam menyikapinya. Sifat kami memang saling bertolak belakang, tapi karena dia sabar menghadapi sikap saya, dan saya yang sadar diri ketika saya salah dan ngga segan untuk minta maaf. Kami bisa tetep menjadi teman hingga hampir lulus SMA.
Kpop idol yang goldar B dan A yang bersahabat dekat adalah Youngjae-JB GOT7, Jessica ex-GG-Tiffany GG, Amber-Krystal F(x), Kihyun-Minhyuk Monsta X, Junghan-Joshua SEVENTEEN, Jongup-Zelo BAP dst


Saya pikir bakal jadi panjang banget kalo saya cerita semuanya disini. Untuk Interaksi golongan darah B dengan golongan darah O dan B selanjutnya akan ada dalam INTERACTION TYPE B WITH ALL TYPES OF BLOOD PART II. Mohon kerja samanya ^^

What The Hell Ludfi present Monsta X Comedy, Friendship, Bit Fluff Rated T[hethuai untuk Thehun] One Shot HAPPY RE...

What The Hell

Ludfi present

Monsta X


Comedy, Friendship, Bit Fluff
Rated T[hethuai untuk Thehun]
One Shot

HAPPY READING ^^


Kihyun merasa ada yang tidak beres dengan dirinya belakangan ini. Entahlah. Tapi ia merasa aneh dengan dadanya yang tak jarang terasa sesak namun menyenangkan. Hal itu membuat ia tidak konsen latihan. Jooheon yang memang dekat dengannya juga merasakan bahwa Kihyun memang dalam kondisi yang tidak bisa dikatakan baik. Ia berkali-kali mendapati Kihyun melamun. Bahkan kemarin ia melihat kihyun berkeliling dorm tanpa celana. Dan hanya mengatakan “ah aku lupa” saat ia menegurnya. Tidak biasanya Kihyun seperti ini. Kihyun juga jadi jarang makan. Padahal dialah yang biasanya makan paling banyak diantara member lain. Saat ditanya Jooheon apakah ia sakit, Kihyun hanya menggelengkan kepala membuatnya semakin khawatir. Jadi Jooheon menyimpulkan bahwa Kihyun sedang dalam mode homesick.

Sore ini Monsta X sedang tidak ada jadwal, mereka memutuskan untuk latihan seperti biasanya. Berada di dalam dorm tanpa kegiatan bukanlah kebiasaan mereka. Jadilah mereka disini sekarang. Dalam ruang latihan, menari penuh energy mengikuti irama musik yang mengalun.

“Ah!!” Minhyuk tiba-tiba ambruk. Wajahnya meringis kesakitan, sementara kedua tangan memegang erat kaki kanannya. Oh tidak. Dia terkilir dan ini bukan hal baik. Mengingat mereka harus tampil besok siang. Jika Minhyuk tidak tampil Monbebe pasti akan khawatir.

“kau terkilir, luruskan kakimu” perintah sang leader. Shownu dengan perlahan meluruskan kaki kanan Minhyuk, dan memijatnya perlahan. Tapi suara teriakan Minhyuk benar-benar membuat member lain tak tega.

“hyung, ku panggilkan manager hyung ya?” Kihyun yang hendak beranjak terhenti karena tangannya yang ditarik lagi oleh Shownu. Membuatnya hampir limbung. Ingat bahwa Kihyun akhir-akhir ini dalam kondisi tidak baik.

“tidak, ini harus kita atasi sendiri”

“tapi hyung nanti….”

“kubilang tidak Yoo Kihyun” ucapnya perlahan sembari tersenyum. Kihyun akhirnya memilih untuk diam. Shownu sedang dalam mode serius, dan hal ini berarti segala perintahnya adalah absolute. Shownu memang sedikit otoriter saat di belakang kamera.

Kihyun memutuskan untuk ikut Wonho ke apotek membeli saleb untuk Minhyuk. Dan memanggil temannya yang memang seorang dokter untuk bertanya apa yang harus mereka lakukan untuk Minhyuk. Sebenarnya ia memilih ikut Wonho karena ingin menghindari Shownu-mode-serius karena ia membenci itu. Shownu tak lagi hangat ketika ia serius, ia cenderung tegas dan penuh karisma. Membuatnya sulit untuk didekati. Dan Kihyun membenci Shownu yang seperti itu. Itulah mengapa ia canggung saat di No Mercy dulu. Kihyun ingat betul saat awal pertemuan mereka, tubuhnya benar-benar menolak kehadiran Shownu kala itu. Benar-benar merasa tidak nyaman. Sehingga ia memilih untuk menjaga jarak dengannya.

“ki…”

“ya hyung?”

“ada apa denganmu?”

“memangnya aku kenapa?” Wonho memutar bola matanya jengkel. Kihyun memang menyebalkan. Ia selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Kihyun juga selalu jahil padanya tapi ia menyayangi Kihyun seperti adiknya. Karena menurutnya Kihyun menggemaskan dan nakal.

“menurutmu kau kenapa?

“aku tidak tahu”

Plukk!!

“yak! Hyung!” Kihyun sedikit terhuyung ke depan karena dorongan Wonho di belakang kepalanya.

“makanya jawab pertanyaanku dengan benar, dasar udang!” Wonho mendesis di akhir kalimatnya tanda ia sedang kesal pada lawan bicaranya. Kihyun terkekeh. Ia memang selalu tertawa. “kita berikan ini dulu pada Shownu lalu kita ke kafe ujung jalan. Bicarakan masalahmu denganku segera”

Mereka memutuskan untuk bersantai di kafe ujung jalan dekat dorm merka. Karena kafe itu sangat murah dan porsi makannya sesuai dengan selera Kihyun. Memilih kursi di ujung kafe sebagai opsi pertama mereka. Karena Kihyun akan melakukan sesi curhat jadi ini harus rahasia dan tidak ada yang boleh menguping pembicaraan mereka. Ini teori bodoh Kihyun. Anak itu selalu mengambil keputusan sepihak. Kebiasaan buruk.

“jadi….”
            
“apa?”
            
“jangan mempermainkanku Yoo Kihyun, bicaralah sekarang tidak ada yang bisa mendengarmu selain aku” hening sesaat. Kihyun berpikir tentang apa yang harus ia ceritakan karena sejujurnya, ia saja bingung dengan apa yang sedang ia rasakan belakangan ini. Wonho masih setia menunggu bibir Kihyun bersuara karena sedari tadi bocah tengik itu hanya membuka tutup mulutnya bak ikan terperangkap di daratan.
            
“jujur saja hyung, aku sedang bingung” ujarnya lamat-lamat.
            
“bingung dengan apa?” Wonho memainkan ujung jari telunjuk kanannya pada permukaan gelas ekspresonya. Menandakan ia sedang tertarik dengan sesuatu.
            
“aku tidak tahu. Aku benar-benar bingung dengan diriku” Kihyun melorot di bangkunya. Wajahnya menampakkan ekspresi putus asa. Ekspresi yang jarang ia gunakan.
            
“hah…. kau selalu seperti ini, kau ingat saat tes psikolog saat di sekolah dulu? Tidak peduli tes otak, tes kepribadian, tes ini itu, hasil tesmu menyatakan kau selalu di tengah-tengah. Kedua otakmu bekerja seimbang, kepriadianmu mencakup seluruh kepribadian manusia. Menandakan kau fleksibel dan bisa di terima di manapun. Jujur saja aku iri padamu”
            
“jadi itulah mengapa aku sering bingung dengan diriku sendiri?”
            
“mungkin saja, ada seorang teman yang mengatakan bahwa orang sepertimu memang menyenangkan, tapi efek buruknya kau akan sering bingung dengan dirimu sendiri. Apa yang kau rasakan saat ini” Wonho menyeruput ekspreso miliknya.
            
“aku merasa sesak, namun menyenangkan, sakit namun bahagia, apa aku gila hyung” Kihyun menempelkan dahinya pada meja. Ia benar-benar kebingungan sepertinya.
            
“apa kau sedang menyukai seseorang, Ki?” Wonho menyunggingkan senyum jahil. Mungkin saja Kihyun sedang menyukai seseorang namun karena ia tidak bisa mengartikan rasanya jadi ia bingung. Kihyun punya pacar sebelum ia trinee. Ia tergolong terkenal saat SMA jadi tidak heran banyak wanita yang ingin dekat dengannya. Selain Kihyun menyenangkan ia juga orang yang terbuka dengan pertemanan. Mungkin karena kali ini orang yang disukai Kihyun berbeda dengan sebelumnya jadi ia sedikit bingung.
           
“menurutmu begitu?”
            
“siapa yang kau sukai? Shownu” seketika itu juga Kihyun mengangkat wajahnya dan terpampanglah ekspresi terkejut ala Kihyun yang benar-benar sangar.
            
“kau gila hyung, aku laki-laki!” dada Kihyun naik turun. Wonho tertawa melihat reaksi Kihyun yang berlebihan. Kemudian berdehem untuk mengembalikan wibawanya.
            
“biasanya kalau kau suka dengan wanita kau akan langsung tahu, tapi mungkin karena kali ini yang kau sukai adalah laki-laki jadi otakmu bingung kau harus bagaimana. Sepertinya kau dalam masa penentuan orientasi seksual, Ki”
            
“dasar tidak waras!” Kihyun berdiri dan meninggalkan Wonho yang terpingkal di bangkunya. Wajahnya memerah, karena kesal kakinya berjalan dengan menghentak dan itu terlihat lucu. Ia sibuk mengomel sepanjang jalan tanpa mengindahkan Shownu yang baru saja ia lewati. Shownu memandangnya bingung, ia mengikuti Kihyun yang masih saja mengomel dengan kedua tangannya mengepal erat. Kihyun sedang dalam kondisi tidak baik. Ia menyadari itu sejak beberapa hari yang lalu. Shownu menyadari keanehan Kihyun belakangan ini.
            
Kihyun masih saja mengomel di sepanjang jalan dan membuat orang-orang yang melewatinya memandangnya bingung. Ada juga yang menertawakannya. Jika dibiarkan Kihyun akan semakin malu nantinya. Maka Shownu yang sedari tadi berjalan di belakang Kihyun segera menggandeng tangan anak itu dan menyeretnya ke suatu tempat. Kihyun yang tidak menyadari kehadiran Shownu dari tadi tentu saja kaget dengan tindakan yang tiba-tiba tersebut.
            
Kihyun mengaduh saat punggungnya berbenturan dengan dinding keras. Shownu yang mendorongnya. Sebenarnya ia tidak benar-benar mendorongnya, Kihyun yang memang sedikit tersandung sehingga tubuhnya limbung dan menghantam tembok di belakangnya.
            
“ah, apa sakit? Ah maaf aku tak bermaksud mendorongmu”
            
“tidak hyung, aku jatuh sendiri”
            
“kau kenapa Ki?”
            
“ha?”
            
“katakan padaku kau kenapa?”
            
“mengapa semua orang bertanya aku kenapa, memangnya aku kenapa?! Wonho hyung yang kurang ajar itu juga bertanya begitu, ia mengatakan hal yang tidak-tidak pula. Apasih maksud orang tua itu hyung…”
            
“kihyun…tenangkan dirimu, ceritakan padaku dengan perlahan”
            
“kami nongkrong bersama di kafe ujung jalan dia menanyai keadaanku, aku menjawabnya bingung, dan dia dengan mulut jahilnya itu mengatakan jika aku sedang menyukaimu, makanya aku bingung karena selama ini aku menyukai wanita. Katanya aku sedang dalam masa orientasi. Huh! Dasar orang tua aneh aku sama sekali tak mengerti maksudnya hyung” Kihyun menjelaskan dengan satu kali tarikan nafas. Shownu tidak bisa mendengar dengan jelas tapi ia tahu kata kunci penting dalam penjelasan Dosen Kihyun. ‘suka pada Shownu’, ‘bingung’, dan ‘orientasi’
            
“kihyun….” Shownu berucap setelah lama hening. Kihyun hanya menoleh padanya masih dengan wajah kesal. Shownu menelan salivanya sebelum meneruskan kalimatnya “kau menyukaiku?”
            
“APA?!” Kihyun semakin kesal dan beranjak meninggalkan Shownu yang masih melongo. Bergegas Shownu mengikuti langkah kecil Kihyun yang cepat.
            
“Kihyun, tunggu dulu”
            
“kau sama saja dengan orang tua itu, aku ini namja hyung, namja! “ ujar Kihyun masih dengan jalannya yang menghentak, hal kekanakan seperti itu membuat Shownu tersenyum. Kihyun memang seperti bocah.
            
“memangnya kenapa? Wonho dan Hyungwon juga saling menyukai” langkah Kihyun terhenti. Kedua matanya membulat sempurna. Shownu khawatir jika sedikit lagi kelopak itu melebar bola mata Kihyun akan sukses menggelinding keluar.
            
“hyung bilang apa?” badan Kihyun sedikit bergetar.
            
“kubilang Wonho dan Hyungwon saling menyukai” ulang Shownu tanpa beban. Ia tak menyadari jika Kihyun sedang dalam mode bahaya.
            
“bagaimana hyung tau?” Kihyun semakin bergetar. Ia shock. Ia pikir Wonho normal. Jadi ia leluasa bertelanjang di hadapan Wonho. Masalahnya WONHO PERNAH MELIHAT ANUNYA KIHYUN!!! Jadi selama ini Kihyun bertelanjang di hadapan orang yang salah. Pikiran Kihyun melayang memikirkan kemungkinan terburuk. BAGAIMANA BISA IA MENUNJUKKAN MILIKNYA PADA ORANG TUA CABUL YANG GAY.
            
“semua mengerti arti tatapan mereka, Ki, kau tak apa?”
            
“WONHO HYUUUUUNNNGGGG!!!!!!!!!!” Kihyun jatuh terduduk dengan dramatisnya. Wonho yang sedang pipis di dorm tiba-tiba bersin.

The End.

A/N:

Yeyyyyy.... Sebagai pembuka di awal tahun saya post ff ini. Semoga suka yaaa..
Saya lagi suka sama ShowKi Couple nihh.. menurut saya mereka itu manisss... Shownu-nya laid back, Kihyun tingakahnya usil tapi kadang diem juga. Lucu deh mereka. 

Saya berharap dengan ff ini saya juga ikut menebar butir-butir cinta mereka wkwkwkw....
BTW, saya belom sempet edit cover haha.... jadi yaa foto seadanya. Maafkeun....

HAPPY NEW YEAR^^

Assalamualaikum ^^ Setelah sekian lama ngga ngisi blog, siang ini saya iseng-iseng buka blog ini dan cuman bisa ketawa miris. Ini ...


Assalamualaikum ^^

Setelah sekian lama ngga ngisi blog, siang ini saya iseng-iseng buka blog ini dan cuman bisa ketawa miris. Ini blog udah pengunjungnya cuman seuprit, tuan rumahnya pelit, jarang kasih suguhan pula ke para pengunjung. Haha... Bagaimanapun saya tetap berterimakasih buat yang udah menyempatkan mampir ke blog saya.

Assalamualaikum... Hari ini gua edisi alim hehe. Kali ini gua akan membahas tentang War atau yang orang indonesia sebut sebagai perang. Di ...

Assalamualaikum... Hari ini gua edisi alim hehe. Kali ini gua akan membahas tentang War atau yang orang indonesia sebut sebagai perang. Di negara kita ini perang masih saja kerap terjadi meskipun globalisasi telah mendunia. Perang ada bermacam-macam. Diantaranya ada perang politik, perang di sosmed, perang di kalangan pelajar (bahasa gaholnya tawur-run), dan perang perang lainnya. Sebenernya perang bisa berawal dari sebuah kompetisi yang tidak sehat. Kenapa gua tiba-tiba bahas beginian? Jawabannya adalah kelas gua sekarang lagi perang dingin sama kelas sebelah. Sebenernya

A-yooooo ^^ Gua lagi lembur nih, guru Bahasa gua baik banget kasih pr sebajibun. Mana manual lagi. Dan omegatttt baru tadi siang dikasih,...

A-yooooo ^^
Gua lagi lembur nih, guru Bahasa gua baik banget kasih pr sebajibun. Mana manual lagi. Dan omegatttt baru tadi siang dikasih, dan deadlinenya besok coyyyyy!!! Baik banget dah buk. I lov yaaaa....

Btw gua ini baru ngerjain awalnya doang, tentang teks eksplanasi sih tapi instruksi dari beliau tiba-tiba aja nguap ga berbekas dari otak gua..

Hari ini gua tempramen banget. Temen gua sampe gua bentak, tapi ga sengaja itu sumpah. Pala gua pusing dari pagi. Eh dianya malah komen-komen tentang apa yang gua lakuin di kelas. Gua bentakin dia sampe cengo. Maapin ya man, janji dah ga bakalan gitu in elu lagi :(((

Yeudehlahhh, gua pen lanjutin kerjain ini tugas laknat -_-
BYEEEEEEE ^^

Gua baru inget kalo gua ada blog '-' Dan gua berinisiatif untuk ngisi blog ini lagi. Sekali lagi ini blog pribadi. Jadi isinya...


Gua baru inget kalo gua ada blog '-'
Dan gua berinisiatif untuk ngisi blog ini lagi. Sekali lagi ini blog pribadi. Jadi isinya pasti tentang gua, curhatan gua, bacotan gua, de el el. Gua juga buka ajang curhat bagi yang pengen berkeluh kesah. Gua mah welcome orangnya :D

Gua punya temen -untungnya- dan dia rese banget sumpah. Samarin aja namanya jadi Mawar. Si Mawar ini orangnya kepo abis, ratu kepo di kelas gua, apa aja dia pengen tau tapi ga pengen